Semakin Modern dengan Terobosan TI

by Admin 1
Gedung BPK

JAKARTA, WARTAPEMERIKSA – Menjadi bagian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berarti menjadi bagian kendaraan besar pendorong akuntabilitas. Hal itu diyakini Kepala Biro Teknologi Informasi BPK Pranoto. Menurutnya, BPK telah membuktikan peran pentingnya dalam pengelolaan keuangan negara. BPK juga semakin diakui di dunia internasional.

Pranoto menilai, hal tersebut tidak terlepas dari upaya BPK yang selalu meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan tugasnya. Kepada Warta Pemeriksa, Pranoto mengungkapkan pandangannya terkait pentingnya kolaborasi, inovasi dan sinergi insan BPK dalam pelaksanaan tugas BPK.

Pengalaman menarik apa yang Bapak alami selama bekerja di BPK?

Setiap penugasan BPK menarik karena selalu memberikan sesuatu yang baru. Setiap penugasan, meskipun atas objek yang sama, pasti menghadapi tantangan tersendiri yang berbeda setiap tahunnya dan menuntut pemahaman entitas terbaik. Sehingga dapat merencanakan dan melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan harapan dan tujuan pemeriksaan. Salah satu contoh penugasan tersebut adalah penugasan sebagai ketua tim pada pemeriksaan laporan keuangan pemerintah pusat yang dilaksanakan rutin setiap tahun.

Meski dilakukan rutin, setiap penugasannya akan menghadapi dinamika kebijakan publik berbeda-beda yang berdampak terhadap laporan keuangan setiap tahunnya. Ditambah lagi dengan datangnya pandemi Covid-19 yang memberikan tantangan baru. Bukan hanya dari terbitnya berbagai kebijakan pemerintah yang harus dipahami. Melainkan juga bagaimana proses pemeriksaan harus tetap berjalan dan selesai tepat waktu sesuai kerangka hukum yang berlaku. Kebijakan yang harus dipahami tim tidak hanya yang berdampak pada keuangan negara namun juga kesehatan, perekonomian, sosial, dan berbagai bidang lainnya.

Salah satu contoh pengalaman lainnya yang cukup menarik adalah pada saat saya ditugaskan untuk menjadi Ketua Tim Pemeriksaan Kinerja Dwelling Time Pelabuhan Tanjung Priok pada 2013. Pemeriksaan ini menghadapi beberapa tantangan. Pertama, waktu yang terbatas dengan harapan dapat memberiksan rekomendasi yang andal dan cepat. Kedua, kompleksitas yang sangat tinggi karena melibatkan berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN. Serta bersifat lintas sektoral, meliputi kepabeanan, transportasi, hukum, infrastruktur, teknologi sistem Informasi, perdagangan, karantina dan lain-lain.

Ketiga, jumlah tim pemeriksa yang cukup besar dari beberapa Auditorat Keuangan Negara (AKN). Alhamdulillah, penugasan tersebut dapat diselesaikan serta memberikan rekomendasi dan gambaran yang utuh dan lengkap atas proses bisnis arus barang di pelabuhan yang masuk di Indonesia. Tantangan dan pengetahuan baru, yang membuat setiap penugasan selalu menarik bagi saya.

Bagaimana Bapak melihat perkembangan BPK saat ini?

BPK saat ini telah menjadi lembaga kunci dalam tata kelola keuangan negara yang berperan dalam menjamin dan mewujudkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara. Bahkan lebih dari itu, BPK kini telah mampu berperan lebih aktif pada berbagai kegiatan internasional sehingga mendapat kepercayaan untuk melakukan pemeriksaan laporan keuangan dan kinerja di beberapa lembaga internasional, seperti misalnya IAEA, IMO, dan IACA.

Ini merupakan indikasi bahwa pelaksanaan tugas BPK telah didukung dengan standar, perangkat lunak, dan pengukuran kinerja yang merujuk pada best practices secara internasional. Hal itu baik dari sisi teknologi sistem informasi, sarana dan prasarana, sumber daya manusia yang kompeten, serta pengembangan profesional berkelanjutan melalui pendidikan dan pelatihan.

Menurut Bapak, apa arti dari menjadi bagian dari BPK?

Menjadi bagian dari BPK berarti menjadi bagian kendaraan besar pendorong akuntabilitas. Sehingga, harus mampu menjalankan fungsi secara optimal dengan berkolaborasi dan sinergi dengan seluruh bagian BPK.

Apa yang membuat Bapak bangga menjadi bagian dari keluarga besar BPK?

Keluarga besar BPK memiliki semangat bersama untuk terus mampu menghadapi tantangan dan perkembangan yang cepat dan dinamis. Sehingga BPK dapat menjalankan tugas dan kewenangan dengan baik. Lebih dari itu, BPK dapat memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan. Tentu menjadi kebanggaan bagi saya sebagai bagian dari sebuah institusi yang memiliki peran sangat strategis dalam membangun akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Apa saja pencapaian Bapak selama bekerja di BPK?

Bekerja di BPK merupakan kerja tim dan bukan kerja individu. Alhamdulillah, saya dapat berkesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai penugasan untuk melaksanakan harapan dan arahan pimpinan. Pencapaian selama bekerja di BPK di antaranya turut serta menjadi bagian dalam pengembangan pemeriksaan terkait penerapan pertama kali akuntansi berbasis akrual pada 2015 dan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR) pada pemerintah pusat, dan penyelesaian pemeriksaan LKPP secara tepat waktu selama 2010 sampai 2020.

Selain itu, turut menjadi bagian dalam pemeriksaan revaluasi BMN 2017/2018 yang berdampak sangat signifikan terhadap posisi aset pemerintah pusat, pengembangan aplikasi Modul Konsolidasi pemeriksaan dan Sistem Informasi Aplikasi Pemeriksaan (SiAP) LKPP/LKKL, dan terakhir piloting implementasi awal big data analytics di BPK pada 2021.

Bagaimana menurut Bapak dukungan pimpinan dan rekan kerja dalam menjalankan pengabdian di BPK?

Saya sangat bersyukur mendapatkan berbagai pengalaman penugasan untuk merasakan dukungan pimpinan dan rekan-rekan kerja yang sangat luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyelesaian penugasan yang seringkali sangat kompleks. Pimpinan selalu memberikan arahan penugasan dan tidak jarang terlibat secara aktif di lapangan yang memberikan semangat bagi tim pemeriksa.

Demikian juga di tingkat pelaksana BPK, kerja keras, sinergi dan kerja sama selalu ditunjukkan untuk menyelesaikan penugasan meskipun terkadang harus mengorbankan waktu untuk keluarga. Semoga semangat ini terus terjaga dan semakin baik ke depannya dengan kolaborasi yang didukung dengan teknologi informasi.

Bagaimana Bapak melihat pengabdian di BPK dan kaitannya dengan pengabdian kepada negeri?

BPK telah berperan penting dalam setiap tonggak sejarah pengelolaan keuangan negara. Berbagai pencapaian perbaikan dan reformasi dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara sejak kemerdekaan negara Republik Indonesia sampai dengan saat ini tidak terlepas dari wujud nyata pengabdian dan sumbangsih BPK untuk negeri. Salah satu yang mudah dilihat saat ini, Indonesia telah mampu memiliki laporan keuangan baik LKPP dan LKPD mulai 2004 sampai saat ini dan setara dengan negara-negara lain.

Sejalan dengan peran aktif BPK dalam pertanggungjawaban, BPK telah mulai dan akan terus mendorong kinerja pengelolaan keuangan yang makin baik untuk pencapaian tujuan negara. BPK telah memberikan ruang untuk turut serta dalam pembangunan bangsa. Jadi justru saya harus berkontribusi dalam usaha BPK menjalankan mandatnya dan mencapai visi dan misi BPK.

Apa saja harapan Bapak untuk BPK ke depannya?

BPK telah menjadi lembaga yang membanggakan dengan pencapaian pelaksanaan tugas dan kewenangan dan didukung kelembagaan yang semakin modern. Untuk selanjutnya, harapan ke depan bahwa BPK memiliki arsitektur kelembagaan untuk menjamin keberlanjutan capaian-capaian yang selama ini telah dicapai dan siap menghadapi revolusi industri 4.0.

Apakah ada pesan yang ingin disampaikan kepada pegawai BPK?

Sekecil apapun peran kita di BPK, ini akan turut mempengaruhi arah pencapaian tujuan negara karena kita menjadi bagian tata kelola keuangan negara. Kita telah memperoleh amanah dan menjadi bagian BPK. Sinergi dan kolaborasi menjadi sangat penting dalam melaksanakan masing-masing peran agar BPK memberikan nilai tambah lebih dari tugas dan kewenangan yang diemban. Untuk itu, marilah terus menjaga semangat untuk negeri.

You may also like