Lebih Dekat dengan iCED, Pusat Pelatihan Audit Lingkungan dan SDGs di India

by Admin 1
International Centre for Environment Audit and Sustainable Development (iCED) di India.

JAKARTA, WARTAPEMERIKSA — Isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan telah menjadi perhatian utama supreme audit institutions (SAI) atau lembaga pemeriksa di dunia. Selain Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, SAI lainnya yang juga memiliki perhatian terhadap permasalahan lingkungan adalah SAI India, yaitu the Comptroller and Auditor General of India (CAG).

Bentuk keseriusan CAG terkait lingkungan tercermin dengan didirikannya International Centre for Environment Audit and Sustainable Development (iCED). ADAI & Director General iCED Sayantani Jafa menjelaskan, iCED dibentuk CAG of India untuk pengembangan kapasitas berbagi pengetahuan di bidang pemeriksaan lingkungan.

“Sedangkan misi kami adalah mengembangkan produk berkualitas tinggi dalam pelatihan dan penelitian untuk memperkaya pemeriksaan lingkungan. Hal itu dilakukan melalui pendekatan interdisipliner.”

Dia mengatakan, iCED didesain sebagai global training facility (GTF) atau fasilitas pelatihan global dari Working Group on Environmental Audit (WGEA) serta Working Group on Extractive Industries (WGEI) dari International Organizations of Supreme Audit Institutions (INTOSAI). iCED juga menyelenggarakan program pelatihan pemeriksaan lingkungan di bawah Indian Technical and Economic Cooperation Programme (ITEC) atau Program Kerja Sama Teknis dan Ekonomi India yang didukung penuh oleh Kementerian Luar Negeri India.

“iCED turut melakukan program pelatihan di domestik mengenai audit isu lingkungan dan area pembangunan berkelanjutan untuk program pengembangan kapasitas internalnya. iCED memulai upaya peningkatan kapasitasnya pada tahun 2013,” kata Sayantani Jafa dalam wawancara tertulis dengan Warta Pemeriksa, belum lama ini.

Menurut dia, fasilitas itu didirikan untuk memanfaatkan pengalaman India yang telah melakukan pemeriksaan lingkungan selama bertahun-tahun. Selain itu, untuk memberikan pelatihan secara ekstensif dan bertindak sebagai forum berbagi pengalaman dan penelitian.

Fasilitas dan lingkungan di iCED juga dibangun dengan memperhatikan aspek lingkungan. Sebesar 85 persen dari total luas lahan iCED merupakan zona hijau dengan aneka ragam flora dan fauna.

“Kami juga menerapkan Energy Conservation Building Code 2006 untuk pemilihan lokasi bangunan, penggunaan material selama konstruksi, efisiensi energi dan air, kualitas lingkungan dalam ruangan, dan lainnya.”

Dia menambahkan, iCED menggunakan energi terbaru melalui ladang tenaga surya, daur ulang limbah melalui instalasi pengolahan limbah, pengomposan, hingga penggunaan pendingin/pemanas geothermal untuk area tertentu. “Sejumlah langkah itu menjadi wujud komitmen SAI India terkait lingkungan berkelanjutan,” katanya.

Sayantani menambahkan, iCED dapat melacak inisiatif di seluruh spektrum kegiatan pemerintah, sehingga hal tersebut akan membuat pemeriksaan lingkungan yang dilakukan menjadi lebih kuat dan efektif.

“iCED juga menunjukkan praktik ramah lingkungan melalui infrastruktur fisiknya yang ramah lingkungan serta 85 persen merupakan ‘zona hijau’ dengan habitat alami yang dilestarikan di area kampus,” katanya.

Terkait tujuan dan target pembentukan iCED, Sayantani menjelaskan bahwa iCED memiliki visi untuk menjadi centre of excellence global demi meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola di bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Sedangkan misi kami adalah mengembangkan produk berkualitas tinggi dalam pelatihan dan penelitian untuk memperkaya pemeriksaan lingkungan. Hal itu dilakukan melalui pendekatan interdisipliner,” katanya.

Dia menjelaskan, ada beberapa tujuan strategis dari pembentukan iCED. Pertama, menjadi pusat pengetahuan yang mendorong pembelajaran dan membangun kapasitas untuk audit. Lalu mempromosikan pengarusutamaan masalah lingkungan, melakukan penelitian yang menginformasikan proses dalam audit serta struktur tata kelola, dan menjadi pusat informasi untuk penyebaran dan penggunaan secara luas.

“Juga membangun kemitraan dengan SAI dan organisasi lain yang bekerja di bidang ini serta mengembangkan institusi modern yang efisien, efektif dan adaptif.”

You may also like